SESALKU
karya : Ratri Rahayunita
Udara
pagi amat menusuk tulang, rasa kantuk yang kurasa membuat mata ini enggan
kubuka. Dengan berat hati aku beranjak dari tempat tidurku. Seperti biasa, hal
pertama yang kulakukan adalah membuka jendela. Sinar hangat sang pencerah
memasuki kamarku, rasanya saat kumembukanya ada kekuatan magis yang secara
ajaib memompa energiku, mungkin karena udara yang kuhirup masih segar hingga
rasa kantukku hilang begitu saja.
